wordpress
My facebook
my FACEBOOK
My facebook
yang suka flash ni download di sini
FLASH PORTABLE 8
4shared
Jumat, 22 Januari 2010
S B D
SISTEM BASIS DATA
Pengertian
Sstem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen
fungsional (dengan satuan fungsi/tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara
bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
Basis data hanyalah sebuah objek yang pasif, oleh karena itu ada pembuatnya. Basis data
tidak akan pernah berguna jika tidak ada pengelola / penggeraknya. Yang menjadi
pengelola / penggerak-nya secara langsung adalah program/aplikasi (software).
Gabungan keduanya (basis data dan pengelolanya) menghasilkan sebuah sistem. Karena
itu, secara umum sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan
file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer)
dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan / atau
program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.
Lebih jauh lagi, dalam sebuah sistem basis data, secara lengkap akan terdapat komponenkomponen
utama sebagai berikut:
1. Perangkat Keras (Hardware).
2. Sistem Operasi (Operating System). 3. Basis Data (Database).
4. Sistem (Aplikasi/Perangkat Lunak) Pengelola Basis Data (DBMS).
5. Pemakai (User).
6. Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional).
Komponen Sistem Basis Data
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat Keras yang biasanya terdapat dalam sebuah sistern basis data adalah :
1. Komputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan)..
2. Memori Sekunder yang on-line (Harddisk).
3. Memiori sekunder yang off-line (Tape atau Removable Disk) untuk keperluan
backup data.
4. Media/perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
5. Sistem Operasi (Operating System)
Secara sederhana, sistem Operasi merupakan program yang mengaktifkan/
memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam
komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O,
pengelolaan file, dan lain-lain). Sejumlah Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti
: MS-DOS, MS-Windows 3.1, MS-Windows 95 (untuk komputer stand-alone atau untuk
komputer client dalam sistem jaringan) atau Novel-Netware, MS-Windows NT, Unix dan
Sun-Solaris (untuk komputer server dalam sistem Jaringan). Program pengelola basis data
hanya dapat aktif (running) jika Sistem Operasi yang dikehendakinya (sesuai) telah aktif.
2. Basis Data (Database)
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat
berisi/memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/ tabel, indeks, dan lain-lain). Di
samping berisi/menyimpan data, setiap basis data juga mengandung/menyimpan definisi
struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail).
3. Sistem Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi
ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (Sistem) yang khusus/spesifik. Perangkat lunak
inilah (disebut DBMS) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan,
diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data,
pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dan sebagainya.
Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti dBase III+, dBase IV, FoxBase, Rbase,
MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland-Interbase, MSSQLServer,
CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan Sybase (untuk kelas kompleks/berat).
Keuntungan DBMS
DBMS memungkinkan perusahaan maupun pengguna individu untuk:
Mengurangi pengulangan data
Apabila dibandingkan dengan file-file komputer yang disimpan terpisah di setiap
aplikasi komputer, DBMS mengurangn jumlah total file dengan menghapus data yang
terduplikasi di berbagai file. Data terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam
sate file.
Mencapai independensi data
Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat
dibuat pada struktur data tanpa memengaruhi program yang mengakses data.
Mengintegrasikan data beberapa file
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaftan logis, maka organisasi fisik bukan
merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi
tidak hares tercermin pada media penyimpanan fisik.
Mengambil data dan informasi dengan cepat
Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query
memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
Meningkatkan keamanan
DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis
keamanan seperti kata sand] (password), direktori pemakai, dan bahasa sand]
(encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.
Kerugian DBMS
Keputusan menggunakan DBMS mengikat perusahaan atau pengguna untuk:
Memperoleh perangkat lunak yang mahal
DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer
mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi
kecil.
Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan clan memori lebih besar daripada
program aplikasi lain.
Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya
secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola
basisdata (DBA).
Baik basisdata terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat untuk
memecahkan masalah. Namun, keduanya memberikan dasar-dasar menggunakan
komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pengguna.
4. Pemakai (User)
Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dibedakan
berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem:
Programmer Aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language
(DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis dalam bahasa
pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain).
User Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka
menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh
suatu DBMS.
User Umum (End User/Naive User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistern basis data melalui pemanggilan satu program
aplikasi permanen,(executable program) yang telah ditulis/disediakan sebelumnya.
User Khusus (Specialized User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluankeperluan
khusus, seperti untuk aplikasi Al, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lainlain,
yang bisa saja mengakses basis data dengan/tanpa DBMS yang bersangkutan.
5. Aplikasi (Perangkat Lunak) Lain
Aplikasi (Perangkat Lunak) lain ini bersifat opsional. Artinya, ada / tidaknya tergantung
pada kebutuhan kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian
data dalam basis data, sementara, bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi enduser/
naive-user) dapat dibuatkan/disediakan program khusus/lain untuk melakukan
pengisian, pengubahan dan pengambilan data. Program ini ada yang sudah disediakan
bersama dengan DBMS-nya, ada juga yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan
aplikasi lain yang khusus untuk itu (development tools).
Pengatur Penyimpanan
Pengatur penyimpanan adalah modul program yang menyediakan antarmuka antara data
tingkat rendah yang disimpan pada basisdata dengan program aplikasi dan query yang
dikirimkan ke sistem. Pengatur penyimpanan bertanggung jawab terhadap interaksi
dengan pengatur file. Data mentah disimpan pada disk menggunakan sistem file yang
disediakan oleh sistem operasi konvensional. Pengatur penyimpanan menerjemahkan
berbagai pernyataan DML menjadi perintah sistem file tingkat rendah. Oleh karena itu,
pengatur penyimpanan bertanggung jawab terhadap penyimpanan, pengambilan, dan
perubahan data dalam basisdata. Komponen pengatur penyimpanan sebagai berikut:
Pengatur otorisasi dan integritas, menguji batasan integritas dan mengecek otoritas
pengguna untuk mengakses data.
Pengatur transaksi, memastikan bahwa basisdata tetap konsisten meskipun ada
kegagalan pada sistem dan eksekusi transaksi yang terjadi bersamaan berlangsung
tanpa terjadi konflik.
Pengatur file, mengatur alokasi ruang pada disk dan struktur data yang digunakan
untuk mewakili informasi yang disimpan pada disk.
Pengatur penyimpanan sementara, bertanggungjawab mengambil data dari disk,
memasukkannya ke memori utama, dan memutuskan data yang akan disimpan
sementara dalam memon utama. Pengatur penyimpanan sementara adalah bagian
penting sistem basisdata karena ini memungkinkan basisdata menangani data
berukuran jauh lebih besar dari ukuran memori utama.
Pengatur penyimpanan menerapkan beberapa struktur data sebagai bagian
penerapan sistem fisik, yaitu:
File data, menyimpan basisdata sendiri.
Kamus data, menyimpan metadata tentang struktur basisdata, terutama skema
basisdata.
Indeks, menyediakan akses cepat ke data yang memiliki nilai tertentu.
Pemroses Query
Komponen pemroses query meliputi:
Interpreter DDL, menerjemahkan perintah DDL dan mencatat definisi-definisi dalam
kamus data.
Compiler DML, menerjemahkan perintah DML dalam bahasa query menjadi rencana
evaluasi yang terdiri atas instruksi tingkat rendah yang dimengerti oleh mesin evaluasi
query
Mesin evaluasi query, mengeksekusi instruksi tingkat rendah yang dihasilkan oleh
kompiler DML.
Gambar Struktur Sistem
Abstraksi Data
Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas/antar muka (interface)
dalam melihat/menikmati data (yang lebih ramah /user oriented) kepada pemakai/user.
Untuk itu, sistem tersebut akan menyembunyikan detail tentang bagaimana data disimpan
dan dipelihara. Karena itu, sering kali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya
berbeda dengan yang tersimpan secara fisik. Abstraksi data merupakan tingkatan/ level
dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.
Ada 31eve1 abstraksi data :
1. Level Fisik (Physical Level)
Merupakan level terendah dalam abstraksi data, yang menunjukkan bagaimana
sesungguhnya suatu data disimpan. Pada level ini, pemakai melihat data sebagai
gabungan dari struktur dan datanya sendiri. Pemakai juga berkompeten dalam
mengetahui bagaimana representasi fisik dari penyimpanan/pengorganisasian data.
Pada level ini kita berurusan dengan data sebagai teks, sebagai angka, atau bahkan
melihatnya sebagai himpunan bit data.
2. Level Lojik/Konseptual (Conceptual Level)
Merupakan level berikutnya dalam abstraksi data yang menggambarkan data apa yang
Program
Aplikasi
Query Skema
Basisdata
Pemroses
DML
Pemroses
Query
Kompiler
DDL
Kode Obyek
Program
Pengatur
Basisdata
Pengatur
Kamus
Kode Obyek
Program
Pengatur
Basisdata
Kode Obyek
Program
Basisdata dan
Kamus Data
Programer Pengguna Staf / DBA
DBMS
sebenarnya (secara fungsional) disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan
data yang lain. Pemakai pada level ini yang, misalnya, mengetahui bahwa data
pegawai disimpan/direpresentasikan dalam beberapa file/tabel, seperti file pribadi, file
pendidikan, file pekerjaan, file keluarga, dan sebagainya.
3. Level Penampakan (View Level)
Merupakan level tertinggi dari abstraksi data yang hanya menunjukkan sebagian dari
basis data. Banyak user dalam sistem basis data tidak akan terlibat (concern) dengan
semua data/informasi yang ada/disimpan. Para user umumnya hanya membutuhkan
sebagian data/informasi dalam basis data yang kemunculannya di mata pemakai diatur
oleh aplikasi end-user. Aplikasi ini juga yang mengkonversi data asli/fisik menjadi
data bermakna/lojik pada pemakai. Misalnya, data hari yang disimpan dalam bentuk
kode (I untuk Senin, 2 untuk Selasa, dan seterusnya) yang kemudian ditampilkan
bukan dalam bentuk kodenya (1,2,3, dan seterusnya) tapi sudah dalam bentuk nama
harinya (Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya). Data yang 'dinikmati' pemakai juga
bahkan sama sekali berbeda dengan representasi fisiknya, misalnya untuk data yang
dapat divisualkan sebagai gambar, data yang dapat diperdengarkan sebagai suara, dan
sebagainya. Data yang diperlihatkan juga bisa saja tidak berasal dari hanya sebuah
tabel tapi mewakili relasi antar tabel, tapi bagi pemakai yang menggunakannya terasa
sebagai satu kesatuan data yang kompak.
Bahasa Basis Data (Database Language)
DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam disk. Cara
berinteraksi/ berkomunikasi antara pemakai dengan basis data tersebut diatur dalam suatu
bahasa khusus yang ditetapkan oleh perusahaan pembuat DBMS. Bahasa itu dapat kita
sebut sebagai Bahasa Basis Data yang terdiri atas sejumlah perintah (statement) yang
diformulasikan dan dapat diberikan user dan dikenali/diproses oleh DBMS untuk
melakukan suatu aksi/ pekerjaan tertentu. Contoh-contoh bahasa basis data adalah SQL,
dBase, QUEL dan sebagainya.
Sebuah Bahasa Basis Data biasanya dapat dipilah ke dalam 2 bentuk, yaitu :
1. Data Definition Language (DDL)
Struktur/skema basis data yang menggambarkan / mewakili desain basis data secara
keseluruhan dispesifikasikan dengan bahasa khusus yang disebut Data Definition
Language (DDL). Dengan bahasa inilah kita dapat membuat tabel baru, membuat
indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel, dan sebagainya.
Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file
khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary).
Kamus Data merupakan suatu metadata (superdata) yaitu data yang mendeskripsikan
data sesungguhnya. Kamus Data ini akan selalu diakses dalarn suatu operasi basis data
sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.
2. Data Manipulation Language (DML)
Merupakan bentuk Bahasa Basis Data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan
pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data dapat berupa :
Penyisipan/Penambahan data baru ke suatu basis data.
Penghapusan data dari suatu basis data.
Pengubahan data di suatu basis data.
Pada level fisik, kita harus mendefinisikan algoritma yang memungkinkan
pengaksesan yang efisien terhadap data. Pada level yang lebih tinggi, yang
dipentingkan bukan hanya efisiensi akses, tetapi juga efisiensi interaksi manusia
(pemakai) dengan sistem (kemudahan permintaan akses).
Data Manipulation Language (DML) merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan
pemakai untuk mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh model data. Ada 2
jenis DML, yaitu :
1. Prosedural, yang mensyaratkan agar pemakai menentukan, data apa yang
diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.
2. Nonprosedural, yang membuat pemakai dapat mencantumkan data apa yang
diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.
Tipe-tipe Basisdata
Setiap perusahaan membutuhkan basisdata. Perusahaan dan perorangan membutuhkan
basisdata setiap hari dan beberapa di antaranya tidak sadar menggunakannya. Ada
beberapa tipe basisdata, beberapa basisdata bertipe sederhana, sedangkan yang lainnya
sangat kompleks. Ketika mencari sebuah perusahaan dalam Yellow Pages, Anda
menggunakan basisdata. Ketika memesan buku dari toko buku online di internet, Anda
mengakses basisdata. Satu bentuk paling sederhana basisdata yang paling dikenal orang
adalah kabinet. Infonnasi disimpan dalam laci, dalam folder map. Banyak perusahaan
masih membongkar kertas kerja dalam kegiatan sehari-hari daripada menyimpan
informasinya dalam komputer. Meskipun semua perusahaan tidak mungkin
menghilangkan sama sekali kertas kerja, keuntungan menyimpan data dalam sistem
komputer lebih banyak daripada biaya untuk mempelajari cara menggunakan program
manajemen data.
Langkah-langkah dasar merancang basisdata adalah keputusan perusahaan
mengalokasikan sumber daya untuk mempelajari basisdata, merancang struktur basisdata,
dan menerapkan serta mengatur basisdata. Setelah basisdata dirancang dan aplikasi telah
dibuat atau dibeli, manajemen basisdata secara keseluruhan menjadi sederhana untuk
basisdata administrator basisdata yang berpengalaman. Setelah perusahaan memutuskan
untuk merancang sistem basisdata, model basisdata yang akan digunakan harus dibuat.
Berikut adalah tipe-tipe basisdata:
1. Model basisdata file (Flat file database model)
2. Model basisdata hierarki (Hierarchical database model)
3. Model basisdata jaringan (Network database model)
4. Model basisdata relasional (Relational database model)
5. Model basisdata berorientasi objek (Object oriented database model)
6. Model basisdata relasi objek (Object relational database model)
DBMS adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan data. Sebuah DBMS
harus memiliki karakterisik sebagai berikut:
Data disimpan pada perangkat keras dan harus tetap ada setelah diakses. Metode
akses termasuk pembuatan data baru, modifikasi data yang sudah ada, dan
penghapusan data. Ini disebut data persistence.
Banyak pengguna harus diizinkan untuk mengakses data secara bersamaan. Hal ini
disebut eoncurrency.
Transaksi diatur agar sistem dapat memanipulasi data dan DBMS harus memiliki
kemampuan menyimpan sekumpulan pekerjaan.
Bahasa query harus tersedia untuk mengambil data berdasarkan kriteria yang
diberikan oleh pengguna.
Data harus dapat dipulihkan setelah terjadi kerusakan. Jika data hilang, DBMS harus
memiliki kemampuan untuk mengembalikan data.
Lingkungan Basisdata
Lingkungan basisdata adalah sebuah habitat di mana terdapat basisdata untuk bisnis.
Dalam lingkungan basisdata, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna
bisa datang dari dalam lingkungan basisdata atau dari luar lingkungan. Pengguna
melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data
(mining for data), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Masih dalam
lingkungan, pengguna tertentu bisa tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik
maupun logis. Gambar 1.12 mengilustrasikan lingkungan basisdata (Koh, 2005).
Ada tiga macam lingkungan basisdata, yaitu:
1. Lingkungan Mainframe
Lingkungan tradisional untuk sistem basisdata masa lalu adalah lingkungan mainframe.
Lingkungan mainframe terutama terdiri atas komputer mainframe yang memungkinkan
koncksi banyak pengguna. Dumb terminal dihubungkan ke komputer mainframe agar
pengguna dapat berkomunikasi dengan mainframe. Pada dasarnya, terminal adalah
perpanjangan mainframe, terminal bukan komputer independen. Istilah dumb terminal
mengisyaratkan bahwa terminal tidak bisa berpikir. Terminal tergantung pada komputer
mainframe untuk melakukan semua pemrosesan.
Salah satu masalah utama dalam lingkungan mainframe adalah keterbatasan
penggunanya. Sekarang ini, banyak perusahaan telah beralih ke lingkungan client-server.
Gambar Struktur Basisdata lingkungan mainframe
2. Lingkungan Client-Server
Sejumlah masalah yang muncul dalam lingkungan mainframe diselesaikan dengan
teknologi client-server. Lingkungan client-server terdiri atas sebuah komputer utama,
yang disebut server, dan satu atau lebih PC yang dihubungkan ke server. Basisdata
terletak pada server, yang merupakan bagian terpisah dari PC. Masing-masing pengguna
yang ingin mengakses basisdata pada server harus memiliki PC sendiri.
Karena PC adalah sistem komputer terpisah, aplikasi dibuat dan diinstal pada PC di mana
melalui aplikasi itulah pengguna dapat mengakses basisdata pada server. Aplikasi pada
client mengirimkan permintaan data atau transaksi melalui jaringan secara langsung ke
basisdata host server. Informasi dikirimkan melalui jaringan ke basisdata menggunakan
open database connectivity (ODBC) atau software jaringan lainnya. Salah satu masalah
dalam lingkungan client-server adalah ketika versi baru aplikasi dibuat, aplikasi harus
diinstal dan dikonfigurasi ulang pada tiap-tiap komputer client.
Meskipun dana tambahan harus dikeluarkan dengan adanya perawatan aplikasi pada PC,
tetapi keuntungannya pun ada. Keuntungan utama lingkungan client-server adalah PC
dapat diikutsertakan pada beberapa pemrosesan aplikasi karena PC memiliki CPU,
memori, dan penyimpan sendiri. Oleh karena itu, server dapat membagi pekerjaan ke
Komputer
Mainframe
Terminal Terminal Terminal
semua client.
Karena PC dapat "berpikir" dan menjalankan aplikasi lain, pengguna dapat lebih
produktif. Sebagai contoh, seorang pengguna dapat berhubungan dengan basisdata pada
server dan pada saat yang bersamaan, ia dapat mengecek email.
Gambar Lingkungan Client-server
3. Lingkungan Internet
Lingkungan internet mirip dengan lingkungan client-server. Seperti pada lingkungan
client-server, lingkungan internet memiliki server, jaringan, dan satu atau lebih PC.
Lingkungan internet unik karena ketergantungannya pada internet. Pada lingkungan
client-server, seorang pengguna bisa dibatasi hanya mengakses sistem yang ada pada
intranet perusahaan. Dalam banyak kasus, komputer client masih dapat mengakses
basisdata di luar'irttranet perusahaan, tetapi membutuhkan software tambahan.
Pada lingkungan internet, aplikasi hanya perlu diinstal pada satu server yang disebut web
server. Pengguna harus memiliki koneksi internet dan web browser pendukung yang
diinstal pada PC. Web browser digunakan untuk berhubungan dengan URL tujuan web
server. Selanjutnya, web server mengakses basisdata dibantu oleh aplikasi dan
mengembalikan informasi yang diminta pada web browser pengguna. Web browser
menampilkan hasilnya pada PC pengguna. Setup dan perawatan aplikasi disederhanakan
pada lingkungan internet karena tidak ada yang harus diinstal, dikonfigurasi, atau dirawat
pada PC pengguna. Aplikasi hanya perlu diinstal, dikonfigurasi, dan dimodifikasi pada
web server dengan tujuan mengurangi resiko ketidakkonsistenan konfigurasi dan
ketidakcocokan versi perangkat lunak antara komputer client dan server. Ketika
perubahan dibuat pada aplikasi, perubahan hanya dibuat pada satu lokasi, yaitu pada web
server.
Pada lingkungan internet, banyak perusahaan menggabungkan konsep arsitektur N-tier.
Arsitektur N-tier adalah sebuah konsep yang mirip dengan arsitektur komputer middle
tier atau three tier. Arsitektur three tier memiliki lapisan client, lapisan aplikasi, dan
lapisan server atau basisdata. Huruf N pada N-tier berarti sembarang jumlah tier untuk
melengkapi transaksi atau permintaan.
Basisdata
Corporate
Intranet
Internet
Host Server
Komputer
Klien
Gambar Lingkungan Internet
Struktur Sistem Keseluruhan
Sebuah sistem pengelola basis data (DBMS) terbagi atas modul-modul yang masingmasing
memiliki tanggung jawab dalam membentuk struktur sistem keseluruhan.
Beberapa fungsi dalam sistem pengelola basis data
mungkin telah disediakan oleh sistem operasi. Tetapi dalam banyak hal, sistem operasi
hanya menyediakan servis-servis dasar. Kelengkapan fungsi/modul antara DBMS yang
satu dengan yang lain bisa berbeda,
baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. DBMS sederhana seperti dBase III+ atau
MS-Access misalnya, tidak/kurang mengakomodasi pemakaian basis data oleh banyak
pemakai. Tetapi dengan DBMS semacam Oracle atau MS-SQL Server hal itu telah
terakomodasi dengan baik.
Sebuah sistem pengelola basis data (DBMS) umumnya memiliki sejumlah komponen
fungsional (modul) seperti :
File Manager, yang mengelola alokasi ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai
untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk. Sebenarnya Sistem
Operasi (tempat di mana DBMS diaktifkan) juga memiliki modul File Manager. Tetapi
File Manager di DBMS lebih difokuskan pada efisiensi dan efektivitas penyimpanan.
Database Manager, yang menyediakan interface antara data lowlevel yang ada di basis
data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
Query Processor, yang menerjemahkan perintah-perintah dalam query language ke
perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager. Di samping itu, Query
Processor akan mentransformasikan permintaan user ke bentuk yang lebih efisien,
sehingga query menjadi lebih efektif.
DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DML yang ditambahkan dalam sebuah
program aplikasi ke pemanggilan prosedur normal dalam bahasa induk. Precompiler ini
akan berinteraksi dengan query processor.
DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel
yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.
Web Server
Basisdata Internet
Browser
Browser
Browser
PC Client
PC Client
PC Client
Pengertian
Sstem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen
fungsional (dengan satuan fungsi/tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara
bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
Basis data hanyalah sebuah objek yang pasif, oleh karena itu ada pembuatnya. Basis data
tidak akan pernah berguna jika tidak ada pengelola / penggeraknya. Yang menjadi
pengelola / penggerak-nya secara langsung adalah program/aplikasi (software).
Gabungan keduanya (basis data dan pengelolanya) menghasilkan sebuah sistem. Karena
itu, secara umum sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan
file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer)
dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan / atau
program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.
Lebih jauh lagi, dalam sebuah sistem basis data, secara lengkap akan terdapat komponenkomponen
utama sebagai berikut:
1. Perangkat Keras (Hardware).
2. Sistem Operasi (Operating System). 3. Basis Data (Database).
4. Sistem (Aplikasi/Perangkat Lunak) Pengelola Basis Data (DBMS).
5. Pemakai (User).
6. Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional).
Komponen Sistem Basis Data
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat Keras yang biasanya terdapat dalam sebuah sistern basis data adalah :
1. Komputer (satu untuk sistem yang stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan)..
2. Memori Sekunder yang on-line (Harddisk).
3. Memiori sekunder yang off-line (Tape atau Removable Disk) untuk keperluan
backup data.
4. Media/perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
5. Sistem Operasi (Operating System)
Secara sederhana, sistem Operasi merupakan program yang mengaktifkan/
memfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam
komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer (operasi I/O,
pengelolaan file, dan lain-lain). Sejumlah Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti
: MS-DOS, MS-Windows 3.1, MS-Windows 95 (untuk komputer stand-alone atau untuk
komputer client dalam sistem jaringan) atau Novel-Netware, MS-Windows NT, Unix dan
Sun-Solaris (untuk komputer server dalam sistem Jaringan). Program pengelola basis data
hanya dapat aktif (running) jika Sistem Operasi yang dikehendakinya (sesuai) telah aktif.
2. Basis Data (Database)
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat
berisi/memiliki sejumlah objek basis data (seperti file/ tabel, indeks, dan lain-lain). Di
samping berisi/menyimpan data, setiap basis data juga mengandung/menyimpan definisi
struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara detail).
3. Sistem Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi
ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (Sistem) yang khusus/spesifik. Perangkat lunak
inilah (disebut DBMS) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan,
diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data,
pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dan sebagainya.
Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti dBase III+, dBase IV, FoxBase, Rbase,
MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland-Interbase, MSSQLServer,
CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan Sybase (untuk kelas kompleks/berat).
Keuntungan DBMS
DBMS memungkinkan perusahaan maupun pengguna individu untuk:
Mengurangi pengulangan data
Apabila dibandingkan dengan file-file komputer yang disimpan terpisah di setiap
aplikasi komputer, DBMS mengurangn jumlah total file dengan menghapus data yang
terduplikasi di berbagai file. Data terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam
sate file.
Mencapai independensi data
Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat
dibuat pada struktur data tanpa memengaruhi program yang mengakses data.
Mengintegrasikan data beberapa file
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaftan logis, maka organisasi fisik bukan
merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi
tidak hares tercermin pada media penyimpanan fisik.
Mengambil data dan informasi dengan cepat
Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query
memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.
Meningkatkan keamanan
DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis
keamanan seperti kata sand] (password), direktori pemakai, dan bahasa sand]
(encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.
Kerugian DBMS
Keputusan menggunakan DBMS mengikat perusahaan atau pengguna untuk:
Memperoleh perangkat lunak yang mahal
DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer
mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi
kecil.
Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan clan memori lebih besar daripada
program aplikasi lain.
Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya
secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola
basisdata (DBA).
Baik basisdata terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat untuk
memecahkan masalah. Namun, keduanya memberikan dasar-dasar menggunakan
komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pengguna.
4. Pemakai (User)
Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dibedakan
berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem:
Programmer Aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language
(DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis dalam bahasa
pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain).
User Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka
menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh
suatu DBMS.
User Umum (End User/Naive User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistern basis data melalui pemanggilan satu program
aplikasi permanen,(executable program) yang telah ditulis/disediakan sebelumnya.
User Khusus (Specialized User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluankeperluan
khusus, seperti untuk aplikasi Al, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dan lainlain,
yang bisa saja mengakses basis data dengan/tanpa DBMS yang bersangkutan.
5. Aplikasi (Perangkat Lunak) Lain
Aplikasi (Perangkat Lunak) lain ini bersifat opsional. Artinya, ada / tidaknya tergantung
pada kebutuhan kita. DBMS yang kita gunakan lebih berperan dalam pengorganisasian
data dalam basis data, sementara, bagi pemakai basis data (khususnya yang menjadi enduser/
naive-user) dapat dibuatkan/disediakan program khusus/lain untuk melakukan
pengisian, pengubahan dan pengambilan data. Program ini ada yang sudah disediakan
bersama dengan DBMS-nya, ada juga yang harus dibuat sendiri dengan menggunakan
aplikasi lain yang khusus untuk itu (development tools).
Pengatur Penyimpanan
Pengatur penyimpanan adalah modul program yang menyediakan antarmuka antara data
tingkat rendah yang disimpan pada basisdata dengan program aplikasi dan query yang
dikirimkan ke sistem. Pengatur penyimpanan bertanggung jawab terhadap interaksi
dengan pengatur file. Data mentah disimpan pada disk menggunakan sistem file yang
disediakan oleh sistem operasi konvensional. Pengatur penyimpanan menerjemahkan
berbagai pernyataan DML menjadi perintah sistem file tingkat rendah. Oleh karena itu,
pengatur penyimpanan bertanggung jawab terhadap penyimpanan, pengambilan, dan
perubahan data dalam basisdata. Komponen pengatur penyimpanan sebagai berikut:
Pengatur otorisasi dan integritas, menguji batasan integritas dan mengecek otoritas
pengguna untuk mengakses data.
Pengatur transaksi, memastikan bahwa basisdata tetap konsisten meskipun ada
kegagalan pada sistem dan eksekusi transaksi yang terjadi bersamaan berlangsung
tanpa terjadi konflik.
Pengatur file, mengatur alokasi ruang pada disk dan struktur data yang digunakan
untuk mewakili informasi yang disimpan pada disk.
Pengatur penyimpanan sementara, bertanggungjawab mengambil data dari disk,
memasukkannya ke memori utama, dan memutuskan data yang akan disimpan
sementara dalam memon utama. Pengatur penyimpanan sementara adalah bagian
penting sistem basisdata karena ini memungkinkan basisdata menangani data
berukuran jauh lebih besar dari ukuran memori utama.
Pengatur penyimpanan menerapkan beberapa struktur data sebagai bagian
penerapan sistem fisik, yaitu:
File data, menyimpan basisdata sendiri.
Kamus data, menyimpan metadata tentang struktur basisdata, terutama skema
basisdata.
Indeks, menyediakan akses cepat ke data yang memiliki nilai tertentu.
Pemroses Query
Komponen pemroses query meliputi:
Interpreter DDL, menerjemahkan perintah DDL dan mencatat definisi-definisi dalam
kamus data.
Compiler DML, menerjemahkan perintah DML dalam bahasa query menjadi rencana
evaluasi yang terdiri atas instruksi tingkat rendah yang dimengerti oleh mesin evaluasi
query
Mesin evaluasi query, mengeksekusi instruksi tingkat rendah yang dihasilkan oleh
kompiler DML.
Gambar Struktur Sistem
Abstraksi Data
Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas/antar muka (interface)
dalam melihat/menikmati data (yang lebih ramah /user oriented) kepada pemakai/user.
Untuk itu, sistem tersebut akan menyembunyikan detail tentang bagaimana data disimpan
dan dipelihara. Karena itu, sering kali data yang terlihat oleh pemakai sebenarnya
berbeda dengan yang tersimpan secara fisik. Abstraksi data merupakan tingkatan/ level
dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.
Ada 31eve1 abstraksi data :
1. Level Fisik (Physical Level)
Merupakan level terendah dalam abstraksi data, yang menunjukkan bagaimana
sesungguhnya suatu data disimpan. Pada level ini, pemakai melihat data sebagai
gabungan dari struktur dan datanya sendiri. Pemakai juga berkompeten dalam
mengetahui bagaimana representasi fisik dari penyimpanan/pengorganisasian data.
Pada level ini kita berurusan dengan data sebagai teks, sebagai angka, atau bahkan
melihatnya sebagai himpunan bit data.
2. Level Lojik/Konseptual (Conceptual Level)
Merupakan level berikutnya dalam abstraksi data yang menggambarkan data apa yang
Program
Aplikasi
Query Skema
Basisdata
Pemroses
DML
Pemroses
Query
Kompiler
DDL
Kode Obyek
Program
Pengatur
Basisdata
Pengatur
Kamus
Kode Obyek
Program
Pengatur
Basisdata
Kode Obyek
Program
Basisdata dan
Kamus Data
Programer Pengguna Staf / DBA
DBMS
sebenarnya (secara fungsional) disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan
data yang lain. Pemakai pada level ini yang, misalnya, mengetahui bahwa data
pegawai disimpan/direpresentasikan dalam beberapa file/tabel, seperti file pribadi, file
pendidikan, file pekerjaan, file keluarga, dan sebagainya.
3. Level Penampakan (View Level)
Merupakan level tertinggi dari abstraksi data yang hanya menunjukkan sebagian dari
basis data. Banyak user dalam sistem basis data tidak akan terlibat (concern) dengan
semua data/informasi yang ada/disimpan. Para user umumnya hanya membutuhkan
sebagian data/informasi dalam basis data yang kemunculannya di mata pemakai diatur
oleh aplikasi end-user. Aplikasi ini juga yang mengkonversi data asli/fisik menjadi
data bermakna/lojik pada pemakai. Misalnya, data hari yang disimpan dalam bentuk
kode (I untuk Senin, 2 untuk Selasa, dan seterusnya) yang kemudian ditampilkan
bukan dalam bentuk kodenya (1,2,3, dan seterusnya) tapi sudah dalam bentuk nama
harinya (Senin, Selasa, Rabu, dan seterusnya). Data yang 'dinikmati' pemakai juga
bahkan sama sekali berbeda dengan representasi fisiknya, misalnya untuk data yang
dapat divisualkan sebagai gambar, data yang dapat diperdengarkan sebagai suara, dan
sebagainya. Data yang diperlihatkan juga bisa saja tidak berasal dari hanya sebuah
tabel tapi mewakili relasi antar tabel, tapi bagi pemakai yang menggunakannya terasa
sebagai satu kesatuan data yang kompak.
Bahasa Basis Data (Database Language)
DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam disk. Cara
berinteraksi/ berkomunikasi antara pemakai dengan basis data tersebut diatur dalam suatu
bahasa khusus yang ditetapkan oleh perusahaan pembuat DBMS. Bahasa itu dapat kita
sebut sebagai Bahasa Basis Data yang terdiri atas sejumlah perintah (statement) yang
diformulasikan dan dapat diberikan user dan dikenali/diproses oleh DBMS untuk
melakukan suatu aksi/ pekerjaan tertentu. Contoh-contoh bahasa basis data adalah SQL,
dBase, QUEL dan sebagainya.
Sebuah Bahasa Basis Data biasanya dapat dipilah ke dalam 2 bentuk, yaitu :
1. Data Definition Language (DDL)
Struktur/skema basis data yang menggambarkan / mewakili desain basis data secara
keseluruhan dispesifikasikan dengan bahasa khusus yang disebut Data Definition
Language (DDL). Dengan bahasa inilah kita dapat membuat tabel baru, membuat
indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel, dan sebagainya.
Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file
khusus yang disebut Kamus Data (Data Dictionary).
Kamus Data merupakan suatu metadata (superdata) yaitu data yang mendeskripsikan
data sesungguhnya. Kamus Data ini akan selalu diakses dalarn suatu operasi basis data
sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.
2. Data Manipulation Language (DML)
Merupakan bentuk Bahasa Basis Data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan
pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data dapat berupa :
Penyisipan/Penambahan data baru ke suatu basis data.
Penghapusan data dari suatu basis data.
Pengubahan data di suatu basis data.
Pada level fisik, kita harus mendefinisikan algoritma yang memungkinkan
pengaksesan yang efisien terhadap data. Pada level yang lebih tinggi, yang
dipentingkan bukan hanya efisiensi akses, tetapi juga efisiensi interaksi manusia
(pemakai) dengan sistem (kemudahan permintaan akses).
Data Manipulation Language (DML) merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan
pemakai untuk mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh model data. Ada 2
jenis DML, yaitu :
1. Prosedural, yang mensyaratkan agar pemakai menentukan, data apa yang
diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.
2. Nonprosedural, yang membuat pemakai dapat mencantumkan data apa yang
diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.
Tipe-tipe Basisdata
Setiap perusahaan membutuhkan basisdata. Perusahaan dan perorangan membutuhkan
basisdata setiap hari dan beberapa di antaranya tidak sadar menggunakannya. Ada
beberapa tipe basisdata, beberapa basisdata bertipe sederhana, sedangkan yang lainnya
sangat kompleks. Ketika mencari sebuah perusahaan dalam Yellow Pages, Anda
menggunakan basisdata. Ketika memesan buku dari toko buku online di internet, Anda
mengakses basisdata. Satu bentuk paling sederhana basisdata yang paling dikenal orang
adalah kabinet. Infonnasi disimpan dalam laci, dalam folder map. Banyak perusahaan
masih membongkar kertas kerja dalam kegiatan sehari-hari daripada menyimpan
informasinya dalam komputer. Meskipun semua perusahaan tidak mungkin
menghilangkan sama sekali kertas kerja, keuntungan menyimpan data dalam sistem
komputer lebih banyak daripada biaya untuk mempelajari cara menggunakan program
manajemen data.
Langkah-langkah dasar merancang basisdata adalah keputusan perusahaan
mengalokasikan sumber daya untuk mempelajari basisdata, merancang struktur basisdata,
dan menerapkan serta mengatur basisdata. Setelah basisdata dirancang dan aplikasi telah
dibuat atau dibeli, manajemen basisdata secara keseluruhan menjadi sederhana untuk
basisdata administrator basisdata yang berpengalaman. Setelah perusahaan memutuskan
untuk merancang sistem basisdata, model basisdata yang akan digunakan harus dibuat.
Berikut adalah tipe-tipe basisdata:
1. Model basisdata file (Flat file database model)
2. Model basisdata hierarki (Hierarchical database model)
3. Model basisdata jaringan (Network database model)
4. Model basisdata relasional (Relational database model)
5. Model basisdata berorientasi objek (Object oriented database model)
6. Model basisdata relasi objek (Object relational database model)
DBMS adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan data. Sebuah DBMS
harus memiliki karakterisik sebagai berikut:
Data disimpan pada perangkat keras dan harus tetap ada setelah diakses. Metode
akses termasuk pembuatan data baru, modifikasi data yang sudah ada, dan
penghapusan data. Ini disebut data persistence.
Banyak pengguna harus diizinkan untuk mengakses data secara bersamaan. Hal ini
disebut eoncurrency.
Transaksi diatur agar sistem dapat memanipulasi data dan DBMS harus memiliki
kemampuan menyimpan sekumpulan pekerjaan.
Bahasa query harus tersedia untuk mengambil data berdasarkan kriteria yang
diberikan oleh pengguna.
Data harus dapat dipulihkan setelah terjadi kerusakan. Jika data hilang, DBMS harus
memiliki kemampuan untuk mengembalikan data.
Lingkungan Basisdata
Lingkungan basisdata adalah sebuah habitat di mana terdapat basisdata untuk bisnis.
Dalam lingkungan basisdata, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna
bisa datang dari dalam lingkungan basisdata atau dari luar lingkungan. Pengguna
melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data
(mining for data), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Masih dalam
lingkungan, pengguna tertentu bisa tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik
maupun logis. Gambar 1.12 mengilustrasikan lingkungan basisdata (Koh, 2005).
Ada tiga macam lingkungan basisdata, yaitu:
1. Lingkungan Mainframe
Lingkungan tradisional untuk sistem basisdata masa lalu adalah lingkungan mainframe.
Lingkungan mainframe terutama terdiri atas komputer mainframe yang memungkinkan
koncksi banyak pengguna. Dumb terminal dihubungkan ke komputer mainframe agar
pengguna dapat berkomunikasi dengan mainframe. Pada dasarnya, terminal adalah
perpanjangan mainframe, terminal bukan komputer independen. Istilah dumb terminal
mengisyaratkan bahwa terminal tidak bisa berpikir. Terminal tergantung pada komputer
mainframe untuk melakukan semua pemrosesan.
Salah satu masalah utama dalam lingkungan mainframe adalah keterbatasan
penggunanya. Sekarang ini, banyak perusahaan telah beralih ke lingkungan client-server.
Gambar Struktur Basisdata lingkungan mainframe
2. Lingkungan Client-Server
Sejumlah masalah yang muncul dalam lingkungan mainframe diselesaikan dengan
teknologi client-server. Lingkungan client-server terdiri atas sebuah komputer utama,
yang disebut server, dan satu atau lebih PC yang dihubungkan ke server. Basisdata
terletak pada server, yang merupakan bagian terpisah dari PC. Masing-masing pengguna
yang ingin mengakses basisdata pada server harus memiliki PC sendiri.
Karena PC adalah sistem komputer terpisah, aplikasi dibuat dan diinstal pada PC di mana
melalui aplikasi itulah pengguna dapat mengakses basisdata pada server. Aplikasi pada
client mengirimkan permintaan data atau transaksi melalui jaringan secara langsung ke
basisdata host server. Informasi dikirimkan melalui jaringan ke basisdata menggunakan
open database connectivity (ODBC) atau software jaringan lainnya. Salah satu masalah
dalam lingkungan client-server adalah ketika versi baru aplikasi dibuat, aplikasi harus
diinstal dan dikonfigurasi ulang pada tiap-tiap komputer client.
Meskipun dana tambahan harus dikeluarkan dengan adanya perawatan aplikasi pada PC,
tetapi keuntungannya pun ada. Keuntungan utama lingkungan client-server adalah PC
dapat diikutsertakan pada beberapa pemrosesan aplikasi karena PC memiliki CPU,
memori, dan penyimpan sendiri. Oleh karena itu, server dapat membagi pekerjaan ke
Komputer
Mainframe
Terminal Terminal Terminal
semua client.
Karena PC dapat "berpikir" dan menjalankan aplikasi lain, pengguna dapat lebih
produktif. Sebagai contoh, seorang pengguna dapat berhubungan dengan basisdata pada
server dan pada saat yang bersamaan, ia dapat mengecek email.
Gambar Lingkungan Client-server
3. Lingkungan Internet
Lingkungan internet mirip dengan lingkungan client-server. Seperti pada lingkungan
client-server, lingkungan internet memiliki server, jaringan, dan satu atau lebih PC.
Lingkungan internet unik karena ketergantungannya pada internet. Pada lingkungan
client-server, seorang pengguna bisa dibatasi hanya mengakses sistem yang ada pada
intranet perusahaan. Dalam banyak kasus, komputer client masih dapat mengakses
basisdata di luar'irttranet perusahaan, tetapi membutuhkan software tambahan.
Pada lingkungan internet, aplikasi hanya perlu diinstal pada satu server yang disebut web
server. Pengguna harus memiliki koneksi internet dan web browser pendukung yang
diinstal pada PC. Web browser digunakan untuk berhubungan dengan URL tujuan web
server. Selanjutnya, web server mengakses basisdata dibantu oleh aplikasi dan
mengembalikan informasi yang diminta pada web browser pengguna. Web browser
menampilkan hasilnya pada PC pengguna. Setup dan perawatan aplikasi disederhanakan
pada lingkungan internet karena tidak ada yang harus diinstal, dikonfigurasi, atau dirawat
pada PC pengguna. Aplikasi hanya perlu diinstal, dikonfigurasi, dan dimodifikasi pada
web server dengan tujuan mengurangi resiko ketidakkonsistenan konfigurasi dan
ketidakcocokan versi perangkat lunak antara komputer client dan server. Ketika
perubahan dibuat pada aplikasi, perubahan hanya dibuat pada satu lokasi, yaitu pada web
server.
Pada lingkungan internet, banyak perusahaan menggabungkan konsep arsitektur N-tier.
Arsitektur N-tier adalah sebuah konsep yang mirip dengan arsitektur komputer middle
tier atau three tier. Arsitektur three tier memiliki lapisan client, lapisan aplikasi, dan
lapisan server atau basisdata. Huruf N pada N-tier berarti sembarang jumlah tier untuk
melengkapi transaksi atau permintaan.
Basisdata
Corporate
Intranet
Internet
Host Server
Komputer
Klien
Gambar Lingkungan Internet
Struktur Sistem Keseluruhan
Sebuah sistem pengelola basis data (DBMS) terbagi atas modul-modul yang masingmasing
memiliki tanggung jawab dalam membentuk struktur sistem keseluruhan.
Beberapa fungsi dalam sistem pengelola basis data
mungkin telah disediakan oleh sistem operasi. Tetapi dalam banyak hal, sistem operasi
hanya menyediakan servis-servis dasar. Kelengkapan fungsi/modul antara DBMS yang
satu dengan yang lain bisa berbeda,
baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. DBMS sederhana seperti dBase III+ atau
MS-Access misalnya, tidak/kurang mengakomodasi pemakaian basis data oleh banyak
pemakai. Tetapi dengan DBMS semacam Oracle atau MS-SQL Server hal itu telah
terakomodasi dengan baik.
Sebuah sistem pengelola basis data (DBMS) umumnya memiliki sejumlah komponen
fungsional (modul) seperti :
File Manager, yang mengelola alokasi ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai
untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk. Sebenarnya Sistem
Operasi (tempat di mana DBMS diaktifkan) juga memiliki modul File Manager. Tetapi
File Manager di DBMS lebih difokuskan pada efisiensi dan efektivitas penyimpanan.
Database Manager, yang menyediakan interface antara data lowlevel yang ada di basis
data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
Query Processor, yang menerjemahkan perintah-perintah dalam query language ke
perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager. Di samping itu, Query
Processor akan mentransformasikan permintaan user ke bentuk yang lebih efisien,
sehingga query menjadi lebih efektif.
DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DML yang ditambahkan dalam sebuah
program aplikasi ke pemanggilan prosedur normal dalam bahasa induk. Precompiler ini
akan berinteraksi dengan query processor.
DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel
yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.
Web Server
Basisdata Internet
Browser
Browser
Browser
PC Client
PC Client
PC Client
P S I
1.1. Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya
dan penekanan pada komponennya.
Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Suatu prosedur adalah :
suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa
orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin
penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Definisi lain dari prosedur adalah :
urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa
yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan
bagaimana mengerjakannya.
Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah :
kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
Karakteristik sistem yaitu :
mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung,
masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.
Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1. Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu
(probabilistic)
4. Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
1
1.2. Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya
utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan
sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola. Para pembuat keputusan
memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang
sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis
dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha.
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga
informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi
yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai
tujuan.
Definisi informasi adalah :
data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan
kesatuan yang nyata. Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili
suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan,
peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf,
simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Siklus informasi :
Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk
menghasilkan informasi melalui suatu model. Model yang digunakan untuk
mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan
siklus pengolahan data (siklus informasi).
INPUT
DATA KEPUTUSAN
TINDAKAN PENERIMA
PROSES OUTPUT
(MODEL)
HASIL TINDAKAN
Kebutuhan informasi didasarkan pada :
2
1. kegiatan bisnis yang semakin komplek.
2. Kemampuan komputer yang semakin meningkat.
Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager
ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.
Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga
berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya,
mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan
(noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut.
Komponen akurat meliputi :
- Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan
sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
- Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kebenaran.
- Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki
keamanan.
2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab
informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga
bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat
berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya
informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir
untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya
informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada
akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila
ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi
3
tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi
dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
1.3. Konsep Dasar Sistem Informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam
pengambilan keputusan.
Definisi sistem informasi adalah :
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi lain sistem informasi adalah :
kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer)
untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai
sasaran-sasaran perusahaan.
1.4. Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan
blok kendali. Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.
Blok masukan
mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan
media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa
dokumen dasar.
Blok model
terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam
basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Blok keluaran
produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang
berkualitas.
4
Blok teknologi
merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari
3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang
mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer,
pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem).
Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).
Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang
digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode),
teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan
seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi
penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti
: magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi
yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)
Blok basis data
merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi
sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
Blok kendali
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa halhal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi
kesalahan dapat langsung diatasi.
1.5. Jenis-jenis Sistem Informasi
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung
pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian
(gambar 1) :
1. Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan
untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin
seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi
yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan
eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh
manajer.
5
2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data,
yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya
menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data
atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum
menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang
diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets,
electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video
conferencing.
KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan
doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan
memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau
masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas
organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan
pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk
membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi
informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS)
DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai
sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi
mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun
keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI)
AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara
cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa
alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem
sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatanpendekatan
pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta
memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledgebased
systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan
6
seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu
organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi
pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik
terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah
knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan
pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa
terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support
Collaborative Work Systems (CSCW)
Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan
semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems
membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok
bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam
bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS
disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang
disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang
terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS)
ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS
membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal
dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempattempat
yang bisa diakses seperti kantor.
7
ESS
GDSS
CSCWS
Sistem Ahli
Decision Support Systems
Sistem Informasi Manajemen
Knowledge Work Systems
Office Automation Systems Transaction Processing Systems
Gambar 1. Jenis-jenis Sistem
Contoh sistem informasi antara lain :
1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk
melayani pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan
dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data
akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan
yang jatuh tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui
riwayat penyakit pasien.
Kemampuan utama sistem Informasi
6. melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan
tinggi.
7. menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang
murah.
8. menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang
kecil tetapi mudah diakses.
8
9. memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia
dengan cepat dan murah.
10. meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam
kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
11. mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan
secara manual.
12. mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
13. pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
1.6. Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru
untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
sistem telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan
beberapa hal, yaitu :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama,
permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan
organisasi,
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya
pemerintah).
Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan
tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan
waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
1.7. Analis Sistem
Definisi Analisis Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem
informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud
untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan,
hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat
diusulkan perbaikan.
9
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan
menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa
persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Analis Sistem
Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang
menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan
menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan
pemecahan permasalahan tersebut.
Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai
kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif
pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan
menggunakan komputer.
Peranan Analis Sistem
Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara
mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk
membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem
mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
Tugas Analis Sistem
Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang
digunakan pada sistem yang telah berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi
kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua
kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem
yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat
diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang
baru tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)
